Alat peraga adalah materi awal yang diberikan oleh dosen saya. Awalnya dosen saya memberikan satu contoh alat peraga yaitu dengan mtuuemberikan kami sebuah tali rapia warna biru dengan panjang sekitar satu meter. Beliau membagi kami menjadi 12 kelompok dengan satu kelompoknya terdiri dari tiga orang, lalu beliau meminta kami perkelompok untuk mengikat tali rapia itu dan membaginya menjadi 12 bagian ikatan yang sama, karena kelompok saya tak cukup pintar dan cepat untuk menjadikan tali itu menjadi 12 bagian yang sama, maka sudah ada kelompok lain yang berhasil. Ternyata dalam membaginya menjadi 12 bagian yang sama itu mereka membuat pola terlebih dulu agar menjadi 12 bagian yang sama. Waw penalaran yang luar biasa bukan?? Setelah tali itu dibagi menjadi 12 bagian, tenyata 12 bagian yang tadi dapat dibentuk menjadi berbagai macam bangun datar, seperti segitiga, persegi, dan persegi panjang.
Ternyata oh ternyata, seperti biasa layaknya mahasiswa yang tak luput dari tugas. Dosen pun menugaskan kami perkelompok tadi untuk membuat alat peraga tersebut, yang tentunya harus inovatif dan kreatif. Kelompok saya menyepakati untuk membuat alat peraga untuk memperjelas suatu pola bilangan. Berikut ini gambar alat peraga yang kelompok saya buat :
Alat
dan bahan :
·
Alat
- Gunting
- Mistar
- Spidol hitam dan warna
·
Bahan
- Kertas karton padi
- Kertas karton
- Kertas origami
- Sterofom
- Lem cair
- Double tip
Cara pembuatan :
- Memotong kertas
karton padi dalam bentuk persegi panjang
- Membentuk
persegi panjang dari karton padi menjadi tabung dengan mengelem ujung-ujung
persegi panjang dengan lem cair
- Kertas karton
yang berbentuk tabung dilapisi dengan kertas origami dengan menggunakan double
tip agar tabung terlihat lebih menarik
- Membuat
tabung-tabung yang sama sebanyak yang dibutuhkan
- Lalu susun
tabung-tabung tersebut dengan pola yang telah ditentukan di atas sterofom
- Membuat nama
alat peraga tersebut menggunakan spidol hitam dan warna di atas kertas karton.
Kegunaan dari alat peraga kelompok saya adalah untuk memperjelas pola bilangan.
Pada hari yang telah ditentukan oleh dosen, kami membawa seluruh alat peraga. Didalam kelas dosen meminta kami untuk menunjukkan alat peraga dalam bentuk pameran, tentu saja susasana kelas saat itu sangat ramai dan mengasyikkan. Setiap kelompok diwajibkan untuk melihat alat peraga kelompok lain dan memberikan komentar. Tentu saja banyak sekali komentar yang kami dapat dari teman-teman karena memang alat peraga kami mempunyai berbagai kekurangan, karena sebagaimana yang kita tau, bahwa sesuatu itu tak ada yang sempurna.
Berikut adalah berbagai macam gambar alat peraga kelompok lain berikut ulasannya:
1.
Alat peraga yang satu ini bernama BAPER, hayoo siapa yang suka baper?? Eitss ini bukan baper yang bawa perasaan loh, tapi batang perkalian. Alat peraga yang cukup menarik, karena batang perkalian ini membantu kita untuk mempermudah dalam mengalikan suatu bilangan.
2.
Alat peraga MONIKA ini cara mainnya hampir sama seperti permainan monopoli, tapi tentu saja isinya berbeda, yang jelas isinya tidak jauh dari Matematika. Monika ini sangat seru dimainkan bersama dengan teman-teman dan juga menambah ilmu pengetahuan.
3.
Alat peraga Teorema Phytagoras, siapa yang belum pernah mendengan Phytagoras? Pasti kalian sudah mengetahuinya kan, memang Phytagoras ini sangat populer dikalangan matematika. Nah alat peraga diatas adalah pembuktian Phytagoras sendiri, tentu sangat bermanfaat sekali dalam pembelajaran untuk siswa.
Nah itu lah tentang alat peraga yang telah kelompok saya dan kelompok lain buat. Menarik bukan ?
Jadi apa pengertian alat peraga itu sendiri ? Dapat disimpulkan bahwa alat peraga adalah suatu alat yang dapat dilihat oleh mata, dan dapat menjelaskan secara jelas konsep matematika yang abstrak, juga dapat membantu proses pembelajaran agar menjadi lebih jelas.